Dokter seperti Hypocrates dan Hector dipercaya sebagai
yang pertama melakukan fisioterapi yang primitive, menyarankan pemijatan
(Hipocrates) dan Hydrotherapy atau terapi menggunakan air (Hector) pada
masyarakat zaman 460 SM. Dokumentasi paling awal mengenai praktek fisioterapi
yang professional pada tahun 1894 ketika empat perawat di Inggris membentuk Chartered
Society of Physioterapy. Negara- negara lain segera mengikukti dan memulai
program pelatihan formal, seperti Sekolah Physiotherapy di Universitas
Otago di New Zeeland di tahun 1913 , dan di Amerika tahun 1914 di Reed College,
Portland, Oregon.
Penelitian pertama Fisioterapi di publikasikan pada Maret 1921 dalam PT (Physiotherapy) review sehingga membantu tersebarnya ilmu fisioterapi. Pada tahun yang sama Mary McMillan membentuk Physical Therapy association (sekarang disebut American Physical Therapy Association atau disingkat APTA) di tahun 1924, Georgia Warm Springs Foundation mempromosikan fisioterapi sebagai perawatan terhadap penyakit polio. Perawatan sampai tahun 1940 terutama semata terdiri dari latihan, pijatan, dan traksi. Prosedur manipulatif pada tulang belakang dan sendi ekstremitas mulai untuk dipraktekkan, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris pada awal tahun 1950-an.
Penelitian pertama Fisioterapi di publikasikan pada Maret 1921 dalam PT (Physiotherapy) review sehingga membantu tersebarnya ilmu fisioterapi. Pada tahun yang sama Mary McMillan membentuk Physical Therapy association (sekarang disebut American Physical Therapy Association atau disingkat APTA) di tahun 1924, Georgia Warm Springs Foundation mempromosikan fisioterapi sebagai perawatan terhadap penyakit polio. Perawatan sampai tahun 1940 terutama semata terdiri dari latihan, pijatan, dan traksi. Prosedur manipulatif pada tulang belakang dan sendi ekstremitas mulai untuk dipraktekkan, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris pada awal tahun 1950-an.
Pada tahun 1951, WCPT (World Confederation for
Physical Therapy) dibentuk oleh 11 negara anggota yaitu Australia, Canada, Denmark, Finland, Great Britain, New Zealand, Norway,
South Africa, West Germany, Sweden and the United States of America. Pada dekade berikutnya, fisioterapis memulai bergerak
ke praktik diluar rumah sakit dan pada rawat jalan klinik bedah tulang, sekolah
negeri, universitas, pengaturan berkenaan dengan geriatri (fasilitas
keterampilan merawat), pusat rehabilitasi, rumah sakit,dan pusat medis.
Spesialisasi untuk fisioterapi di US terjadi tahun
1974, pada bidang Orthopedic dari APTA untuk fisioterapis yang mengkhususkan
spesialisasi di Orthopedic. Di tahun yang sama, International Federation of
Orthopedic Manipulative Therapy dibentuk, yang telah memainkan suatu peran
penting di dalam mempercepat therapy manual yang diseluruh dunia yang pernah
ada.
Fisioterapi berkembang karena organisasi profesi dunia
dan di masing masing negara. Sampai saat ini fisioterapi terbagi ke beberapa
bidang spesialisasi karena ilmunya yang luas spesialisasi itu meliputi cardiopulmonary,
geriatric, neurogical, ortopedik, pediatric, dan
integrument. Pada tahun 2001 anggota WCPT sudah mencapai 106 organisasi
member dan lebih dari 350.000 anggota.
SEJARAH FISIOTERAPI DUNIA
Arti istilah fisioterapi diseluruh dunia sangan
beraneka ragam, tiap negara mencoba menggali jati diri profesi Fisioterapi
menurut pemahaman masing-masing, sementara definisi fisioterapi konvensional
yang masih menganggap ilmu dan seni pengobatan dengan memakai sumber fisis
sudah tidak relevan lagi. Istilah Fisioterapi merupakan istilah asing yang
telah di Indonesiakan bukan diterjemahkan aslinya dari kata Physical Therapy
(negara - negara Amerika), Fisioterapi ( Indonesia), Physiotherapy
(negara Eropa), Fysiotherapie ( Belanda ) adalah istilah-istilah yang
pada hakekatnya sama mempunyai nilai nilai, konsep, paradigma, yang bersifat
universal. Untuk menjaga kesamaan tersebut, Indonesia tidak menterjemahkan
istilah tersebut menjadi terapi fisik, bahkan di Malaysia yang tadinya disebut
" Juru Pulih Anggota" telah kembali kepada istilah Physiotherapy,
demikian pula orang yang telah berhak menjalankan pekerjaan Fisioterapi disebut
Fisioteapis, Physioterapist, Physical Therapist, Fysioterapuet.
Profesi fisioterapi telah berkembang demikian pesat di
dunia, bahkan Fisioterapi merupakan salah satu dari 10 besar profesi yang
berkembang di Amerika dalam dekade ini, setelah para pakar Fisioterapi dunia
menggali jati diri ini menjadi konsep Fisioterapi baik apa itu Fisioterapi ,
apa itu fisioterapis, bagaimana pola pelayanannya, pola pendidikan serta
bagaimana otonomi Fisioterapi sebagai suatu profesi. Karena perkembangan yang
begitu cepat tersebut baik dalam perkembangan pelayanan umum dalam keilmuan
serta perkembangan tuntutan masyarakat, ekonomi dan efisiensi dan lain
sebagainya, setiap mencoba mencari jati diri yang tepat memungkinkan untuk
berkembang sesuai dengan kaidah kaidah jari diri profesi fisioterapi.
Indonesia dalam kongres nasional Ikatan Fisioterapi
Indonesia VI di Solo tahun 1992 menyepakati suatu paradigma baru Fisioterapi
yang dibangun dari falsafah-falsafah yang diyakini kebenarannya. Beberapa pakar
dunia mencoba membuat definisi profesi fisioterapi yang pendekatan sisitematis
baik menurut teori kajian falsafat ilmu maupun melihat dari perkembangan
tuntutan dan kebutuhan masyarakat masing masing negara.
Keanekaragaman penggambaran fisioterapi ini merupakan
isu yang mengemuka dalam kongres/general assemblu WCPT XII tahun 1991 di London
yang kemudian membuat kelompok kerja untuk menyusun Draft Description of
Physical Therapy. Demikian pula negara - negara lain, masing masing mencoba
merumuskan definisi Fisioterapi se dunia ( World Confederation for Physical
Therapy) XII di Washington DC Juni 1995 memutuskan jati diri Fisioterapi yang
berlaku di seluruh dunia. Bahkan keputusan-keputusan tersebut disertai suatu
deklarasi yang berisikan pronsip-prinsip fisioterapi serta pernyataan posisi (Declaration
of Principle and Position Statement) yang memungkinkan fisioterapi
berkembang secara cepat di seluruh Dunia.
SEJARAH FISIOTERAPI INDONESIA
Fisioterapi di Indonesia pada awalnya merupakan satu
profesi (lebih tepatnya satu vokasi) kesehatan. Dimulai dari didirikannya
Sekolah Perawat Physiotherapy di Solo tahun 1956 oleh Bapak Fisioterapi
Indonesia Prof.dr. Soeharso (Alm). Beliau juga merupakan pioneer dalam
keahlian bidang orthopedi melalui pendirian lembaga Orthopedi dan Prothese
Solo. Lembaga ini merintis penanganan awal dari upaya rehabilitasi medik
penderita cacat tubuh terutama pada cacat veteran korban revolusi fisik 1945
dan cacat anak akibat polio myelitis yang pada saat itu banyak terjadi. Baik
untuk pelayanan pra bedah dan pasca bedah orthopedi jasa pelayanan fisioterapi
sangat diperlukan. Pada tanggal 10 Juni 1968, Ikatan
Fisioterapi Indonesia yang disingkat IKAFI (pada saat itu) didirikan atas
keinginan anggota dan Prof. dr. Soeharso (Supervisor RC saat itu). Periode
kepengurusan IKAFI pertama tahun 1968-1970 di ketuai oleh Albert Siahaan, MNZP
dengan wilayah kepengususan 4 cabang yaitu Surakarta, Jakarta, Surabaya dan
Semarang. Pada periode ini IKAFI diterima sebagai Temporary member dari
WCPT.
Karena Kebutuhan masyarakat Indonesia
pada waktu itu , Profesi Fisioterapi di dorong untuk bekerja dalam
pemulihan kesehatan pasien yang noninfectious, fracture, dislocation dan
degenerative disease yang dalam bekerja mendapatkan ikatan dinas dan
ditempatkan, sesuai dengan kebutuhan Departemen Kesehatan.
Kongress IKAFI pertama di
selenggarakan di Jakarta pada tahun 1970 dan di buka atas nama Menteri
Kesehatan RI dengan menghasilkan Kepengurusan dan program kerja sampai periode
1974. Ikatan Fisioterapi Indonesia (IKAFI) berubah namanya Menjadi IFI
pada tahun 1996 berdasarkan ketetapan Kongres VII Makasar pada 1996.
Ketua Umum terpilih untuk masing-
masing periode antara lain, Albert Siahaan , MNZP , Drs. Suhardi, SMPh, Drs,
J.Hardjono,MARS, Drs. Soenardjo, Drs.Heri Priatna, Drs. Slamet Soemarno,SMPh
dan Ali Imron, M.Fis.
Peran serta aktif organisasi Profesi dan
kerjasama pada perkembangan Fisioterapi dunia di mulai dengan
keikutsertaan delegasi pada congress WCPT di Amsterdam pada tahun
1970, di Montreal kanada pada tahun 1974, Sampai pada Congress WCPT di
London pada tahun 2011.
Di wilayah regional Asia Pasific dan
Asia Australia (ACPT & AWP) Ikatan Fisioterapi Indonesia berperan
aktif dalam pertemuan ilmiah secara berkala dan sebagai penyelenggara
ACPT Meeting pada tahun 2010.
Fisioterapi Indonesia proaktif dalam
pengabdian masyarakat pada deteksi dini kecacatan anak, dan terutama pada
saat rehabilitasi pasien setelah bencana, seperti bencana Gempa Yogyakarta
Tzunami di Aceh, dan Padang -Sumatera.
Sebagai wujud tanggungjawab profesi
dan peran sertanya dalam mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan
Berkeadilan Ikatan Fisioterapi Indonesia sepanjang perjalanannya
bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam melakukan
melakukan upaya pengembangan profesi dengan peningkatan kompetensi,
melalui pendidikan, dan pengaturan yang di perlukan.
SEJARAH FISIOTERAPI DI DUNIA HINGGA SAMPAI DI
INDONESIA
Kata “Fisio”
(Physio) diambil dari kata physic yang berarti “fisik”. Dan, kata “terapi”
(therapy) yang berarti “pengobatan”, juga berarti “usaha untuk memulihkan
kesehatan”. Dalam arti, “Fisioterapi” adalah suatu bentuk pengobatan fisik
untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan untuk mempromosikan kesehatan yang
optimal, meliputi pemeliharaan, evaluasi, pemulihan fungsi fisik dankinerja
tubuh.
Fisioterapi
(Physical Therapy) merupakan salah satu profesi kesehatan yang menyediakan
perawatan (treatment) untuk mengembangkan, memelihara, dan memaksimalkan gerak
dan fungsi gerak dalam kehidupan seseorang, terutama saat terjadi gangguan
gerak dan fungsigerak akibat penuaan, cedera/trauma fisik, penyakit, dan faktor
lingkungan lainnya.
Bapak
Kedokteran Hipokrates yang kemudian dilanjutkan oleh Galenus diyakini sebagai
orang pertama yang melakukan praktek fisioterapi dengan teknik pijat (massage),
teknik manual, dan hidroterapi untuk mengobati pasien pada tahun 460 SM.
Setelah adanya pengembangan pediatric pada abad ke-18, alat-alat mesin seperti
gimnasticon dikembangkan untuk terapi encok dan dan keluhan sejenis lainnya
melalui pemberian latihan secara teratur pada sendi-sendi yang mengalami
gangguan.
Fisioterapi
telah lahir di Eropa sejak abad 18 dan lahir di Belanda pada tahun 1887, di
Amerika pada tahun 1917 dan di Indonesia pada tahun 1965. Dokumen asli yang
pertama ditemukan tentang praktik fisioterapi secara professional adalah yang
dibuat oleh Per Henrik Ling, “Bapak Gimnastik Swedia”, yang mendirikan RCIG
(RoyalCentral Institut of Gimnastik) pada tahun 1813 untuk terapi massage
(pijat), manipulasi danexercise (latihan). Panggilan yang digunakan orang
Swedia untuk fisioterapis pada saat itu adalah “sjukgymnast” = “sick-gymnast”.
Pada tahun 1887 fisioterapi memperoleh pengakuan secara resmi (official
registration) oleh Sweden’s National Board of Health and Welfare. Setelah itu
negara lainnya menyusul. Pada tahun1894 empat orang perawat di Britania Raya
membentuk Chartered Society of Physioterapy.
Lalu disusul
pemebentukan pendidikan fisioterapi di Universitas Otago New Zealand pada
tahun1913, dan United State Reed College di Portland, Oregon pada tahun 1914
dengan lulusan sebagai “reconstruction aides” (asisten rehab).
Dan di
Indonesia Fisioterapi berdiri pada tanggal 10 Juni 1968, di deklarasikan di
Solo dengan nama IKATAN FISIOTERAPI INDONESIA (IKAFI). Atas keinginan angota
dan dorongan Prof. Dr. Soeharso (Supervisor RC pada masa itu) untuk kemajuan
profesi dan kesetaraan dengan profesi Fisioterapi di dunia pengurus IKAFI
pertama di bentuk ( 1968-1970) dengan ketua umum Albert Siahaan, MNZP dengan
DCAFI (cabang) untuk wilayah : Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Semarang. Pada
periode ini IKAFI di terima sebagai Temporary Member of WCPT yang merupakan
wadah organisasi profesi Fisioterapi dunia yang bertempat di London Inggris.
Karena Kebutuhan masyarakat Indonesia pada waktu itu, profesi Fisioterapi di
dorong untuk bekerja dalam pemulihan kesehatan pasien yang non infectious,
fractur, dislokasi dan degenerative deases yang dalam bekerja mendapatkan
ikatan dinas dan ditempatkan, sesuai dengan kebutuhan Departemen Kesehatan.
Kongres
IKAFI pertama di selenggarakan di Jakarta pada tahun 1970 dan dibuka atas nama
Menteri Kesehatan RI dengan menghasilkan Kepengurusan dan program kerja sampai
periode 1974. Ikatan Fisioterapi Indonesia( IKAFI) berubah namanya Menjadi IFI
pada tahun 1996 berdasarkan ketetapan Kongres VII Makasar pada 1996 Ketua Umum
terpilih masing-masing periode antara lain, Albert Siahaan, MNZP, Drs.
Suhardi,SMPh, Drs, J.Hardjono,MARS, Drs. Soenardjo, Drs.Heri Priatna, Drs.
Slamet Soemarno,SMPh dan Ali Imron,M.Fis
Peran serta
aktif organisasi Profesi dan kerjasama pada perkembangan Fisioterapi dunia di
mulai dengan keikutsertaan delegasi pada congress WCPT di Amsterdam pada tahun
1970, di Montreal Kanada pada tahun 1974, sampai pada Congress WCPT di London
pada tahun 2011. Di wilayah regional Asia Pasific dan Asia Australia
(ACPT&AWP) Ikatan Fisioterapi Indonesia berperan aktif dalam pertemuan
ilmiah secara berkala dan sebagai penyelenggara ACPT Meeting pada tahun 2010.
Fisioterapi Indonesia proaktif dalam pengabdian masyarakat pada deteksi dini
kecacatan anak, dan terutama pada saat rehabilitasi pasien setelah bencana,
seperti bencana Gempa Yogyakarta Tzunami di Aceh, dan Padang-Sumatera. Sebagai
wujud tanggungjawab profesi dan peran sertanya dalam mewujudkan Masyarakat
Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan Ikatan Fisioterapi Indonesia sepanjang
perjalanannya bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam melakukan
melakukan upaya pengembangan profesi dengan peningkatan kompetensi, melalui
pendidikan, dan pengaturan yang di perlukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar